Hari
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Metaverse Gagal? Zuckerberg Beralih ke AI.

img

Berilmu.eu.org Mudah-mudahan semangatmu tak pernah padam. Di Artikel Ini mari kita eksplorasi potensi Metaverse, Kecerdasan Buatan, Zuckerberg yang menarik. Informasi Relevan Mengenai Metaverse, Kecerdasan Buatan, Zuckerberg Metaverse Gagal Zuckerberg Beralih ke AI Tetap ikuti artikel ini sampai bagian terakhir.

Pergeseran strategi bisnis raksasa teknologi, Meta, menjadi sorotan utama. Setelah bertahun-tahun berinvestasi besar-besaran pada konsep metaverse, kini perusahaan yang dulunya dikenal sebagai Facebook ini menunjukkan tanda-tanda mengurangi ambisinya. Fokus utama kini tertuju pada pengembangan kecerdasan buatan (AI), sebuah langkah yang dianggap strategis di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

Perubahan Arah yang Signifikan. Keputusan ini menandai perubahan arah yang cukup drastis bagi Meta. Empat tahun lalu, Mark Zuckerberg secara berani mengubah nama perusahaan sebagai simbol komitmen terhadap dunia virtual. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa proyek metaverse Meta belum mampu mencapai kesuksesan yang diharapkan. Sementara itu, investasi pada perangkat wearable AI, terutama melalui kolaborasi dengan EssilorLuxottica dalam pembuatan Ray-Ban Meta, justru membuahkan hasil yang lebih menjanjikan.

Kacamata Pintar Ray-Ban Meta: Titik Terang Baru. Peluncuran kacamata Meta Ray-Ban Display dengan harga $799 menjadi bukti nyata keberhasilan strategi baru ini. Kacamata ini dilengkapi dengan layar bawaan yang mampu menampilkan notifikasi pesan dan pratinjau foto, menawarkan pengalaman yang lebih praktis dan terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari. Kalian dapat merasakan kemudahan akses informasi tanpa harus mengeluarkan ponsel.

Horizon Worlds: Upaya Menarik Pengembang. Meta juga tengah berupaya untuk menghidupkan kembali Horizon Worlds, platform dunia virtualnya. Perusahaan ini merayu pengembang game populer di Roblox, platform yang sangat digemari anak-anak, untuk menciptakan pengalaman menarik di Horizon Worlds. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik dan jumlah pengguna Horizon Worlds.

Mengapa Meta Bergeser dari Metaverse ke AI?

Investasi Masif di Bidang AI. Pergeseran fokus Meta ke AI didukung oleh investasi yang sangat besar. Zuckerberg dilaporkan telah menggelontorkan dana hingga USD 14,3 miliar untuk merekrut Alexandr Wang, pendiri Scale AI, yang kini memimpin strategi AI Meta. Investasi ini menunjukkan keseriusan Meta dalam mengembangkan teknologi AI yang kompetitif.

Supernatural: Penghentian Pengembangan Konten. Sebagai bagian dari restrukturisasi, Meta juga mengambil keputusan sulit untuk menghentikan pengembangan konten baru untuk Supernatural, aplikasi kebugaran VR yang dibelinya senilai USD 400 juta pada tahun 2023. Aplikasi ini kini hanya akan dijalankan oleh tim inti yang sangat kecil dalam mode pemeliharaan.

PHK dan Penutupan Studio VR. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Meta telah melakukan PHK terhadap karyawan realitas virtual (VR) di divisi Reality Labs dan menutup sejumlah studio yang mengerjakan judul-judul VR. Langkah ini semakin mengonfirmasi bahwa Meta sedang mengurangi skala operasinya di bidang VR.

Peran Vishal Shah dalam Transformasi AI

Perpindahan Fokus ke AI. Vishal Shah, yang sebelumnya memimpin upaya metaverse selama empat tahun, kini dipindahkan sebagai wakil presiden produk AI. Perpindahan ini menunjukkan bahwa Meta menempatkan AI sebagai prioritas utama dalam strategi bisnisnya.

Analisis Industri: Faktor Pendorong Perubahan. Ben Hatton, analis CCS Insight, menjelaskan bahwa kinerja headset VR yang kurang memuaskan dan pertumbuhan seluler yang terus berlanjut menjadi faktor utama yang mendorong Meta untuk mengambil keputusan ini. Buruknya kinerja headset VR dan pertumbuhan seluler yang terus berlanjut memaksa Meta mengambil keputusan ini, ujarnya.

Dampak PHK dan Penutupan Studio

Skala PHK yang Signifikan. CNBC mengonfirmasi bahwa PHK yang dilakukan Meta mencapai lebih dari 1.000 pekerjaan, atau sekitar 10% dari divisi hardware yang memproduksi headset VR Quest dan jejaring sosial virtual Horizon Worlds. Ini merupakan langkah berat bagi Meta, namun dianggap perlu untuk mengoptimalkan sumber daya.

Studio yang Ditutup. Beberapa studio yang ditutup sebagai bagian dari restrukturisasi termasuk Armature Studio, Twisted Pixel, Sanzaru, dan Oculus Studios Central Technology. Pekerjaan juga dipangkas di studio lain seperti Ouro Interactive, yang diluncurkan Meta pada tahun 2023.

Perbandingan Pengguna: Roblox vs. Horizon Worlds

Jarak yang Jauh. Perbandingan jumlah pengguna antara Roblox dan Horizon Worlds sangat mencolok. Roblox memiliki lebih dari 150 juta pengguna harian, sementara Horizon Worlds tidak pernah berhasil menarik lebih dari beberapa ratus ribu pengguna aktif sebulan. Perbedaan ini menunjukkan bahwa Horizon Worlds masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk dilakukan.

Roblox: Platform yang Lebih Populer. Kalian dapat melihat bahwa Roblox telah berhasil membangun komunitas yang besar dan aktif, sementara Horizon Worlds masih berjuang untuk menemukan tempatnya di pasar. Ini menjadi tantangan besar bagi Meta untuk meningkatkan daya tarik Horizon Worlds.

Sejarah Investasi Meta di VR

Investasi Jangka Panjang. Keputusan Meta untuk mengurangi upaya VR-nya datang 12 tahun setelah Facebook pertama kali memasuki pasar dengan mengakuisisi Oculus VR senilai USD 2 miliar. Investasi ini menunjukkan bahwa Meta memiliki visi jangka panjang untuk VR, namun realitasnya tidak sesuai dengan harapan.

Pergeseran Strategi. Meskipun Meta mengurangi investasi di VR, perusahaan ini tidak sepenuhnya meninggalkan teknologi tersebut. Meta akan mengalihkan sumber daya Reality Labs dari VR menuju kacamata AI dan perangkat wearable.

Masa Depan Meta: Fokus pada AI dan Mobile

Mobile Gaming: Peluang yang Menjanjikan. Ben Hatton berpendapat bahwa Meta mengambil langkah yang tepat dengan mengalihkan fokus ke mobile gaming, karena popularitasnya terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Masuk akal jika Meta akan memindahkannya ke arah seluler karena mobile gaming telah menjadi sangat populer selama lima tahun terakhir atau lebih, katanya.

Persaingan di Bidang AI. Sementara itu, Meta juga tengah berjuang untuk mengembangkan strategi AI yang jelas dan kompetitif, terutama dalam menghadapi persaingan dari OpenAI dan Google. Perusahaan ini berencana untuk merilis model AI berikutnya, dengan nama kode Avocado, pada kuartal pertama tahun ini.

Akhir Kata

Perubahan strategi Meta ini merupakan respons terhadap dinamika pasar dan persaingan industri yang semakin ketat. Meskipun metaverse masih memiliki potensi jangka panjang, Meta tampaknya lebih memilih untuk fokus pada pengembangan AI dan perangkat wearable yang lebih praktis dan memiliki potensi pasar yang lebih besar. Kalian dapat melihat bahwa Meta sedang beradaptasi dengan cepat untuk tetap relevan di era digital yang terus berubah.

Terima kasih telah membaca seluruh konten tentang metaverse gagal zuckerberg beralih ke ai dalam metaverse, kecerdasan buatan, zuckerberg ini Saya berharap Anda mendapatkan insight baru dari tulisan ini cari inspirasi dari alam dan jaga keseimbangan hidup. sebarkan ke teman-temanmu. Terima kasih telah meluangkan waktu

© Copyright 2026 Berilmu - Tutorial Excel, Coding & Teknologi Digital All rights reserved
Added Successfully

Type above and press Enter to search.