Deploy Laravel di cPanel: Mudah & Cepat

Unveiling the Crisis of Plastic Pollution: Analyzing Its Profound Impact on the Environment

Berilmu.eu.org Selamat beraktivitas semoga hasilnya memuaskan. Detik Ini mari kita kupas tuntas sejarah Laravel, cPanel, Deploymen. Konten Yang Menarik Tentang Laravel, cPanel, Deploymen Deploy Laravel di cPanel Mudah Cepat Pelajari seluruh isinya hingga pada penutup.

Perkembangan teknologi informasi menghadirkan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pengembangan dan penyebaran aplikasi web. Laravel, sebagai salah satu framework PHP yang populer, menawarkan solusi elegan dan efisien untuk membangun aplikasi web modern. Namun, setelah aplikasi Laravel selesai dikembangkan, langkah selanjutnya adalah men-deploy-nya agar dapat diakses oleh pengguna. Proses ini seringkali menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi mereka yang belum familiar dengan konfigurasi server.

Untungnya, dengan adanya cPanel, proses deployment Laravel menjadi jauh lebih sederhana dan cepat. cPanel menyediakan antarmuka grafis yang intuitif untuk mengelola berbagai aspek server, termasuk unggah file, konfigurasi database, dan pengaturan domain. Kalian tidak perlu lagi berkutat dengan baris perintah yang rumit atau konfigurasi server manual. Cukup beberapa langkah mudah, aplikasi Laravel Kalian sudah dapat berjalan di server dan diakses oleh publik.

Artikel ini akan memandu Kalian melalui proses deployment Laravel di cPanel secara langkah demi langkah. Kami akan membahas semua yang Kalian butuhkan, mulai dari persiapan aplikasi Laravel, konfigurasi database, hingga pengaturan akses publik. Tujuan kami adalah memberikan panduan yang jelas dan mudah diikuti, sehingga Kalian dapat men-deploy aplikasi Laravel Kalian dengan percaya diri dan tanpa hambatan.

Penting untuk diingat bahwa keberhasilan deployment tidak hanya bergantung pada mengikuti langkah-langkah yang benar, tetapi juga pada pemahaman dasar tentang konsep-konsep seperti file manager, database, dan konfigurasi server. Oleh karena itu, kami akan berusaha menjelaskan setiap langkah dengan detail dan memberikan contoh yang relevan. Dengan begitu, Kalian tidak hanya dapat men-deploy aplikasi Laravel Kalian, tetapi juga memahami apa yang terjadi di balik layar.

Persiapan Aplikasi Laravel

Sebelum Kalian mulai men-deploy aplikasi Laravel Kalian ke cPanel, ada beberapa hal yang perlu Kalian persiapkan terlebih dahulu. Pastikan aplikasi Laravel Kalian sudah berfungsi dengan baik di lingkungan pengembangan lokal. Ini termasuk memastikan bahwa semua dependensi sudah terinstal, konfigurasi sudah benar, dan aplikasi dapat diakses melalui browser.

Selanjutnya, Kalian perlu mengaktifkan maintenance mode pada aplikasi Laravel Kalian. Ini akan mencegah pengguna mengakses aplikasi saat proses deployment sedang berlangsung. Kalian dapat mengaktifkan maintenance mode dengan menjalankan perintah php artisan down di terminal.

Kemudian, Kalian perlu mengoptimalkan aplikasi Laravel Kalian untuk produksi. Ini termasuk menghapus cache, mengkompilasi aset, dan mengoptimalkan konfigurasi. Kalian dapat melakukan ini dengan menjalankan perintah php artisan optimize di terminal. Proses optimasi ini akan meningkatkan kinerja aplikasi Kalian di lingkungan produksi.

Mengakses cPanel dan File Manager

Setelah aplikasi Laravel Kalian siap, Kalian perlu mengakses cPanel server Kalian. Biasanya, Kalian dapat mengakses cPanel melalui URL yang diberikan oleh penyedia hosting Kalian. URL ini biasanya berbentuk http://namadomain.com/cpanel atau http://namaserver.com/cpanel.

Setelah berhasil login ke cPanel, Kalian akan melihat antarmuka grafis yang berisi berbagai opsi dan fitur. Cari dan klik opsi File Manager. File Manager adalah alat yang memungkinkan Kalian mengelola file dan folder di server Kalian melalui browser.

Di File Manager, Kalian akan melihat daftar file dan folder di direktori root website Kalian. Biasanya, direktori root website Kalian adalah public_html. Kalian dapat membuat folder baru di dalam public_html untuk menyimpan file-file aplikasi Laravel Kalian.

Mengunggah File Aplikasi Laravel

Sekarang, Kalian perlu mengunggah file-file aplikasi Laravel Kalian ke folder yang telah Kalian buat di File Manager. Kalian dapat melakukan ini dengan mengklik tombol Upload dan memilih file-file yang ingin Kalian unggah. Pastikan Kalian mengunggah semua file dan folder, termasuk folder app, bootstrap, config, database, public, resources, dan vendor.

Proses pengunggahan file mungkin memakan waktu, tergantung pada ukuran file dan kecepatan koneksi internet Kalian. Setelah semua file berhasil diunggah, Kalian perlu memastikan bahwa struktur folder aplikasi Laravel Kalian sudah benar di server.

Perhatikan, Kalian tidak perlu mengunggah folder .git atau file-file lain yang tidak diperlukan untuk menjalankan aplikasi Laravel Kalian. Ini akan menghemat ruang disk dan mempercepat proses deployment.

Konfigurasi Database

Setelah file-file aplikasi Laravel Kalian berhasil diunggah, langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi database. Kalian perlu membuat database baru di cPanel dan mengkonfigurasi aplikasi Laravel Kalian untuk terhubung ke database tersebut.

Di cPanel, cari dan klik opsi MySQL Databases. Di sini, Kalian dapat membuat database baru dengan memasukkan nama database dan nama pengguna. Setelah database berhasil dibuat, Kalian perlu memberikan hak akses kepada pengguna tersebut untuk mengakses database.

Selanjutnya, Kalian perlu mengedit file .env di aplikasi Laravel Kalian untuk mengkonfigurasi koneksi database. Ubah nilai variabel DB_CONNECTION, DB_HOST, DB_PORT, DB_DATABASE, DB_USERNAME, dan DB_PASSWORD sesuai dengan konfigurasi database Kalian.

Mengatur Public Directory

Secara default, Laravel menggunakan folder public sebagai direktori root website Kalian. Kalian perlu mengkonfigurasi cPanel untuk mengarahkan domain Kalian ke folder public ini.

Di cPanel, cari dan klik opsi Domains. Di sini, Kalian dapat mengedit pengaturan domain Kalian dan mengubah direktori root website Kalian menjadi folder public di dalam folder aplikasi Laravel Kalian.

Pastikan Kalian menyimpan perubahan yang Kalian buat. Setelah itu, Kalian dapat mencoba mengakses aplikasi Laravel Kalian melalui browser dengan memasukkan nama domain Kalian.

Menjalankan Migrasi Database

Setelah konfigurasi database selesai, Kalian perlu menjalankan migrasi database untuk membuat tabel-tabel yang diperlukan oleh aplikasi Laravel Kalian. Kalian dapat melakukan ini dengan mengakses server Kalian melalui SSH dan menjalankan perintah php artisan migrate.

Jika Kalian tidak memiliki akses SSH, Kalian dapat membuat file PHP yang berisi perintah php artisan migrate dan mengakses file tersebut melalui browser. Namun, cara ini kurang aman dan tidak disarankan.

Setelah migrasi database selesai, Kalian dapat mencoba mengakses aplikasi Laravel Kalian melalui browser dan memastikan bahwa semua fitur berfungsi dengan baik.

Mengatur Permissions

Terkadang, Kalian mungkin mengalami masalah izin (permissions) saat menjalankan aplikasi Laravel Kalian di cPanel. Ini bisa disebabkan oleh pengaturan izin yang tidak tepat pada file dan folder aplikasi Kalian.

Untuk mengatasi masalah ini, Kalian perlu mengatur izin yang benar pada file dan folder aplikasi Kalian. Secara umum, Kalian perlu memberikan izin 755 pada folder dan izin 644 pada file.

Kalian dapat mengatur izin file dan folder di File Manager dengan mengklik kanan pada file atau folder yang ingin Kalian ubah dan memilih opsi Change Permissions.

Mengaktifkan Kembali Maintenance Mode

Setelah semua langkah di atas selesai, Kalian dapat mengaktifkan kembali aplikasi Laravel Kalian dengan menonaktifkan maintenance mode. Kalian dapat melakukan ini dengan menjalankan perintah php artisan up di terminal.

Setelah maintenance mode dinonaktifkan, aplikasi Laravel Kalian akan kembali dapat diakses oleh pengguna. Kalian dapat mencoba mengakses aplikasi Kalian melalui browser dan memastikan bahwa semua fitur berfungsi dengan baik.

Optimasi dan Keamanan

Setelah aplikasi Laravel Kalian berhasil di-deploy, ada beberapa hal yang perlu Kalian lakukan untuk mengoptimalkan kinerja dan meningkatkan keamanan aplikasi Kalian. Ini termasuk mengaktifkan caching, mengkompresi aset, dan mengamankan konfigurasi aplikasi Kalian.

Kalian juga perlu memantau log server Kalian secara teratur untuk mendeteksi dan mengatasi masalah yang mungkin timbul. Dengan melakukan optimasi dan peningkatan keamanan secara berkala, Kalian dapat memastikan bahwa aplikasi Laravel Kalian berjalan dengan lancar dan aman.

Akhir Kata

Deployment Laravel di cPanel memang membutuhkan beberapa langkah, tetapi dengan panduan yang jelas dan mudah diikuti, Kalian dapat melakukannya dengan cepat dan mudah. Ingatlah untuk selalu mempersiapkan aplikasi Kalian dengan baik, mengkonfigurasi database dengan benar, dan mengatur izin yang tepat. Dengan begitu, Kalian dapat memastikan bahwa aplikasi Laravel Kalian berjalan dengan lancar dan aman di server Kalian. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Kalian!

Terima kasih telah mengikuti penjelasan deploy laravel di cpanel mudah cepat dalam laravel, cpanel, deploymen ini hingga selesai Terima kasih telah menjadi pembaca yang setia selalu bersyukur atas kesempatan dan rawat kesehatan emosional. Mari berbagi kebaikan dengan membagikan ini. cek artikel menarik lainnya di bawah ini. Terima kasih.

Press Enter to search