Hari
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Atasi No Bootable Device: Laptop Menyala Kembali

img

Berilmu.eu.org Hai apa kabar semuanya selamat membaca Dalam Waktu Ini mari kita bahas Tips & Trick yang lagi ramai dibicarakan. Artikel Yang Menjelaskan Tips & Trick Atasi No Bootable Device Laptop Menyala Kembali Jangan skip bagian apapun ya baca sampai tuntas.

Pernahkah Kalian mengalami situasi yang menjengkelkan ketika laptop menyala, namun layar hanya menampilkan pesan error “No Bootable Device”? Kejadian ini seringkali membuat panik, terutama jika Kalian memiliki data penting yang tersimpan di dalamnya. Jangan khawatir, Kalian tidak sendirian. Masalah ini cukup umum terjadi dan seringkali dapat diatasi tanpa harus membawanya ke teknisi. Artikel ini akan memandu Kalian melalui berbagai solusi untuk mengatasi masalah “No Bootable Device” pada laptop, mulai dari penyebab umum hingga langkah-langkah perbaikan yang bisa Kalian lakukan sendiri.

Laptop yang tidak dapat melakukan booting bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari kerusakan pada hard drive atau SSD, masalah pada BIOS, hingga kesalahan konfigurasi boot order. Memahami penyebabnya adalah langkah awal yang krusial sebelum Kalian mencoba melakukan perbaikan. Terkadang, masalah ini muncul setelah Kalian melakukan update sistem operasi, mengganti komponen hardware, atau bahkan karena virus yang menyerang sistem.

Penting untuk diingat bahwa sebelum melakukan tindakan apapun, data Kalian adalah prioritas utama. Jika memungkinkan, coba lakukan backup data terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke langkah-langkah perbaikan. Hal ini untuk menghindari kehilangan data yang tidak diinginkan jika proses perbaikan ternyata tidak berhasil.

Memahami Penyebab Utama No Bootable Device

Penyebab utama dari pesan error “No Bootable Device” ini sangat beragam. Salah satu yang paling sering terjadi adalah kegagalan pada media penyimpanan, baik itu Hard Disk Drive (HDD) maupun Solid State Drive (SSD). Kerusakan fisik pada drive tersebut, seperti bad sector atau kerusakan controller, dapat menyebabkan sistem tidak dapat membaca data boot.

Selain itu, masalah pada BIOS (Basic Input/Output System) juga bisa menjadi penyebabnya. BIOS bertugas untuk menginisialisasi hardware dan memuat sistem operasi. Jika BIOS mengalami kerusakan atau konfigurasi yang salah, sistem tidak akan dapat menemukan perangkat bootable. Konfigurasi boot order yang salah, di mana BIOS mencari perangkat boot di urutan yang tidak tepat, juga dapat menyebabkan masalah ini.

Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah masalah pada kabel data atau konektor yang menghubungkan drive ke motherboard. Kabel yang longgar atau rusak dapat menyebabkan gangguan komunikasi antara drive dan sistem. Terakhir, infeksi virus atau malware juga dapat merusak sektor boot dan menyebabkan sistem gagal melakukan booting.

Cara Memeriksa Kondisi Hard Drive atau SSD

Sebelum Kalian melangkah lebih jauh, penting untuk memastikan bahwa hard drive atau SSD Kalian dalam kondisi baik. Kalian dapat melakukan pemeriksaan sederhana menggunakan utilitas bawaan Windows atau software pihak ketiga. Windows memiliki fitur CHKDSK (Check Disk) yang dapat digunakan untuk memeriksa dan memperbaiki kesalahan pada drive.

Untuk menggunakan CHKDSK, Kalian dapat membuka Command Prompt sebagai administrator dan mengetikkan perintah “chkdsk /f /r C:”. Ganti “C:” dengan drive yang ingin Kalian periksa. Perintah ini akan memindai drive untuk mencari kesalahan dan mencoba memperbaikinya. Proses ini mungkin memakan waktu cukup lama, tergantung pada ukuran dan kondisi drive.

Selain CHKDSK, Kalian juga dapat menggunakan software pihak ketiga seperti CrystalDiskInfo untuk mendapatkan informasi lebih detail tentang kondisi drive Kalian. Software ini akan menampilkan informasi seperti suhu drive, jumlah bad sector, dan status kesehatan secara keseluruhan. “Memeriksa kesehatan drive secara berkala adalah langkah preventif yang sangat baik untuk menghindari masalah di masa depan.”

Mengatur Ulang Boot Order di BIOS

Jika Kalian yakin bahwa hard drive atau SSD Kalian dalam kondisi baik, langkah selanjutnya adalah memeriksa dan mengatur ulang boot order di BIOS. Boot order menentukan urutan perangkat yang dicari oleh BIOS untuk memuat sistem operasi. Jika boot order tidak diatur dengan benar, sistem mungkin mencoba melakukan booting dari perangkat yang salah, seperti USB drive kosong atau CD-ROM.

Untuk mengakses BIOS, Kalian perlu menekan tombol tertentu saat laptop menyala. Tombol yang digunakan bervariasi tergantung pada merek dan model laptop Kalian. Beberapa tombol yang umum digunakan adalah Del, F2, F10, atau F12. Setelah masuk ke BIOS, cari opsi yang berkaitan dengan boot order atau boot sequence.

Pastikan bahwa hard drive atau SSD Kalian yang berisi sistem operasi berada di urutan pertama dalam boot order. Kalian juga dapat menonaktifkan opsi “USB Boot” atau “CD-ROM Boot” jika Kalian tidak ingin sistem mencoba melakukan booting dari perangkat tersebut. Setelah mengatur ulang boot order, simpan perubahan dan keluar dari BIOS.

Memperbaiki Master Boot Record (MBR) atau GUID Partition Table (GPT)

Master Boot Record (MBR) atau GUID Partition Table (GPT) adalah bagian penting dari hard drive atau SSD yang berisi informasi tentang partisi dan sistem operasi. Jika MBR atau GPT rusak, sistem tidak akan dapat menemukan dan memuat sistem operasi. Kerusakan ini bisa disebabkan oleh virus, kesalahan saat melakukan partisi, atau kegagalan daya.

Untuk memperbaiki MBR atau GPT, Kalian dapat menggunakan utilitas bawaan Windows yang disebut Bootrec. Kalian perlu melakukan booting dari media instalasi Windows (USB drive atau DVD) dan memilih opsi “Repair your computer”. Kemudian, buka Command Prompt dan ketikkan perintah berikut:

  • bootrec /fixmbr
  • bootrec /fixboot
  • bootrec /scanos
  • bootrec /rebuildbcd

Perintah-perintah ini akan memperbaiki MBR, menulis ulang sektor boot, memindai sistem operasi yang terinstal, dan membangun ulang Boot Configuration Data (BCD). Setelah selesai, coba restart laptop Kalian dan lihat apakah masalahnya sudah teratasi.

Melakukan Reset BIOS ke Pengaturan Default

Terkadang, masalah “No Bootable Device” dapat disebabkan oleh konfigurasi BIOS yang tidak tepat. Pengaturan yang salah atau tidak kompatibel dapat menyebabkan sistem gagal melakukan booting. Dalam kasus ini, Kalian dapat mencoba mereset BIOS ke pengaturan default.

Untuk mereset BIOS, Kalian perlu masuk ke BIOS seperti yang dijelaskan sebelumnya. Cari opsi yang berkaitan dengan “Load Default Settings” atau “Reset to Default”. Pilih opsi tersebut dan konfirmasi tindakan Kalian. Setelah BIOS direset, simpan perubahan dan keluar dari BIOS.

Perlu diingat bahwa mereset BIOS akan menghapus semua konfigurasi yang Kalian buat sebelumnya. Kalian mungkin perlu mengatur ulang beberapa pengaturan, seperti tanggal dan waktu, setelah melakukan reset.

Memeriksa Kabel Data dan Konektor

Masalah yang seringkali terabaikan adalah koneksi fisik antara hard drive atau SSD dan motherboard. Kabel data yang longgar atau rusak dapat menyebabkan gangguan komunikasi dan mencegah sistem membaca drive. Kalian perlu membuka casing laptop dan memeriksa koneksi kabel data dan kabel power ke drive.

Pastikan bahwa kabel terpasang dengan kuat dan tidak ada kerusakan fisik pada kabel atau konektor. Jika Kalian menemukan kabel yang rusak, segera ganti dengan yang baru. Selain itu, periksa juga konektor pada motherboard untuk memastikan tidak ada pin yang bengkok atau rusak.

Update BIOS

Update BIOS terkadang dapat menyelesaikan masalah kompatibilitas dan memperbaiki bug yang dapat menyebabkan masalah booting. Namun, proses update BIOS harus dilakukan dengan hati-hati karena kesalahan dapat menyebabkan kerusakan pada motherboard. Pastikan Kalian mengikuti instruksi dari produsen laptop dengan seksama.

Kalian dapat mengunduh file BIOS terbaru dari situs web produsen laptop Kalian. Biasanya, Kalian perlu menyalin file BIOS ke USB drive dan melakukan booting dari USB drive tersebut untuk memulai proses update. “Pastikan laptop Kalian terhubung ke sumber daya listrik selama proses update BIOS untuk menghindari gangguan.”

Memeriksa Adanya Virus atau Malware

Infeksi virus atau malware dapat merusak sektor boot dan menyebabkan sistem gagal melakukan booting. Kalian dapat mencoba melakukan scan virus menggunakan software antivirus yang terpercaya. Jika Kalian tidak dapat melakukan booting ke Windows, Kalian dapat menggunakan antivirus rescue disk atau USB drive yang dapat melakukan scan virus tanpa harus memuat sistem operasi.

Pastikan Kalian mengunduh software antivirus dari sumber yang terpercaya dan selalu update definisi virus terbaru. Setelah selesai melakukan scan virus, ikuti instruksi untuk menghapus atau mengkarantina file yang terinfeksi.

Pertimbangkan Instal Ulang Sistem Operasi

Jika Kalian telah mencoba semua solusi di atas dan masalah “No Bootable Device” masih berlanjut, kemungkinan besar ada masalah yang lebih serius pada sistem operasi Kalian. Sebagai upaya terakhir, Kalian dapat mempertimbangkan untuk melakukan instal ulang sistem operasi. Instalasi ulang akan menghapus semua data di drive sistem, jadi pastikan Kalian sudah melakukan backup data terlebih dahulu.

Kalian dapat menggunakan media instalasi Windows (USB drive atau DVD) untuk memulai proses instalasi ulang. Ikuti instruksi di layar untuk memilih partisi yang ingin Kalian instal sistem operasi dan menyelesaikan proses instalasi.

Akhir Kata

Mengatasi masalah “No Bootable Device” memang membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dijelaskan di atas, Kalian dapat mencoba memperbaiki masalah ini sendiri tanpa harus membawanya ke teknisi. Ingatlah untuk selalu memprioritaskan backup data dan berhati-hati saat melakukan perubahan pada BIOS atau sistem operasi. Semoga artikel ini bermanfaat dan Kalian dapat segera mengatasi masalah pada laptop Kalian!

Demikian atasi no bootable device laptop menyala kembali sudah saya bahas secara mendalam dalam tips & trick Silakan eksplorasi topik ini lebih jauh lagi cari inspirasi positif dan jaga kebugaran. Ayo sebar informasi baik ini kepada semua. Sampai bertemu di artikel berikutnya. Terima kasih atas dukungannya.

© Copyright 2026 Berilmu - Tutorial Excel, Coding & Teknologi Digital All rights reserved
Added Successfully

Type above and press Enter to search.